Semalam di Williams Torren
MATAHARI baru saja menghilang, awan berubah jingga. Saya terus merekam transisi masa. “Krek”, bunyi seperti ranting patah, membuyarkan konsentrasi. Saya menoleh ke arah sebuah bangunan tua tak beratap, yang sebagian dindingnya tercengkram akar beringin, menembus celah dan melilit kusen yang tersisa. Seketika sekujur tubuh ngilu, semua bulu menegang. Spontan, saya berlari menuruni tangga, meninggalkan kamera, […]... Info selengkapnya tentang Semalam di Williams Torren klik http://www.acehkita.com/semalam-di-williams-torren/
Belum ada Komentar untuk "Semalam di Williams Torren"
Posting Komentar